Menu

Mode Gelap

Politik · 27 Feb 2022 19:13 WITA

Biaya Mahal, PDIP Usul Kembali ke Pemilu Proporsional Tertutup


 Biaya Mahal, PDIP Usul Kembali ke Pemilu Proporsional Tertutup Perbesar

DISWAY, JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengusulkan proses Pemilu 2024 ke sistem proporsional tertutup. Hal itu, kata Hasto, berangkat dari tingginya biaya Pemilu akibat penerapan sistem proporsional terbuka.

“Demi kepentingan bangsa dan negara, sistem ini dapat diubah menjadi proporsional tertutup. Ini lebih penting sebagai insentif bagi kaderisasi partai,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Minggu (27/2/2022).

Sekadar diketahui, dalam sistem pemilu proporsional tertutup, pemilih hanya disodorkan logo partai, bukan nama-nama caleg. Jadi partai dapat menentukan sendiri nomor urut caleg.

Kembali ke Hasto, dia menyebut sistem proporsional tertutup ini pernah diterapkan pada Pemilu 2004. Saat itu, ada kontestasi Pemilu Legislatif serta Pemilu Pilpres I dan II dengan menelan biaya hanya sekitar Rp 3,7 triliun.

“Belajar dari Pemilu 2004 dengan Pemilu Legislatif, Pilpres I, dan Pilpres II biaya hanya kurang-lebih Rp 3,7 triliun,” ujar Hasto.

Hasto Kristiyanto kemudian menyinggung soal penundaan Pemilu 2024. PDIP, kata Hasto, saat ini tengah fokus mengurusi kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga kedelai ketimbang berimajinasi soal penundaan Pemilu.

“Bagi PDI Perjuangan prioritas praktik kekuasaan saat ini adalah bersama rakyat mengatasi berbagai dampak pandemi, serta bagaimana pemerintah fokus mengatasi kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga kedelai yang berdampak pada industri rakyat tahu-tempe dan berbagai masalah penting lainnya daripada berimajinasi tentang penundaan Pemilu,” kata Hasto.

Hasto menerangkan persoalan terkait kebutuhan pokok menunjukkan kapitalisme masih bekerja kuat dalam perekonomian Indonesia. Hasto menyebut urusan rakyat jauh lebih penting daripada pembahasan Pemilu 2024 yang sejatinya telah disepakati pada 14 Februari 2024.

“Berbagai persoalan terkait dengan kenaikan kebutuhan pokok rakyat menunjukkan bagaimana kapitalisme masih bekerja kuat dalam perekonomian Indonesia, meskipun Presiden Jokowi telah bekerja keras mendorong struktur ekonomi yang lebih berkeadilan. Urusan rakyat ini jauh lebih penting ditangani daripada menunda Pemilu, mengingat antara pemerintah dan DPR RI sudah sepakat untuk menyelenggarakan Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024,” ujarnya.

Hasto menyebut tingginya kepercayaan terhadap kinerja pemerintah menjadi bagian dari legacy Presiden Jokowi. Hal itulah yang menjadi dasar bagi presiden dan wapres 2024 nantinya untuk melanjutkan kemajuan di seluruh aspek kehidupan.

“Bagi PDI Perjuangan seluruh legacy Presiden Jokowi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Presiden dan Wapres hasil Pemilu 2024 dalam melanjutkan kemajuan bagi Indonesia Raya di seluruh aspek kehidupan,” ucapnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Bawaslu Sulsel  Rekrut 3.059 Panwaslu Kelurahan/Desa, 10 Daerah Lakukan Perpanjangan

22 Mei 2024 - 16:14 WITA

KPU Makassar Habiskan Ratusan Juta Undang Artis

21 Mei 2024 - 17:43 WITA

Komisioner KPU Makassar, Abdi Goncing. (Foto: Istimewa)

Soal Jaminan Netralitas di Pilgub, Pj Gubernur Sulsel: Tegak Lurus

21 Mei 2024 - 15:57 WITA

Appi Timbang RP Jadi Pendampingnya: Kalau Tidak Bertanding, Bersanding Juga Bisa

21 Mei 2024 - 12:43 WITA

PKB Makassar Bahas Generasi Bangkit Jelang Pilwali

21 Mei 2024 - 01:54 WITA

Fachri Bachmid Jabat Pj Ketua Umum PBB Gantikan Yusril Ihza Mahendra

20 Mei 2024 - 22:50 WITA

Trending di Politik