Menu

Mode Gelap

Hukrim · 22 Mar 2022 23:44 WITA

Buronan Terpidana Tipikor  Rumah Sakit Tenriawaru Bone Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulsel


 Buronan Terpidana Tipikor  Rumah Sakit Tenriawaru Bone Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulsel Perbesar

DISWAY, Makassar – Akhirnya Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) berhasil menangkap buronan terpidana  tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Rumah Sakit Tenriawaru Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2011.

Terpidana bernama Sony Putra Samapta ditangkap Tim Tabur di Apartemen Menteng Square, Jakarta, Senin, 21 Maret 2022.

“Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejati Sulsel berhasil mengamankan buronan Tindak Pidana Korupsi dalam program pembangunan dan renovasi bangunan   Rumah Sakit Tenriawaru, Kabupaten Bone,” kata Kasipenkum Kejati Sulsel, Soetarmi di Makassar, Selasa, 22 Maret 2022.

Informasi yang dihimpun,  Sony Putra Samapta ditangkap Tim Tabur karena ketika dipanggil sebagai terpidana oleh Jaksa Eksekutor Kejati Sulsel,  tidak  memenuhi panggilan tersebut. Oleh karena itu, terpidana dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO).


Di mana, Sony Putra Samapta merupakan terpidana dalam kasus korupsi dalam Program Pembangunan dan Renovasi Bangunan serta Pengadaan Alat Kesehatan (korupsi kredit fiktif) untuk Proyek Rumah Sakit Tenriawaru Bone, Sulsel tahun anggaran 2011.

Adapun total estimasi anggaran dalam proyek tersebut sekitar  Rp 24.000.000.000, yang mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp 2.000.000.000.

Sony Putra dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 2866 K/PID.SUS/2017 tanggal 23 April 2018. Sony dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

Terpidana Sony dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200.000.000, subsider 6 bulan kurungan.

Serta menjatuhkan pidana tambahan kepada Terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2.050.000.000, diperhitungkan dengan uang Rp 1.000.000.000 yang telah dikembalikan kepada Bank Sulselbar Cabang Utama Bone pada tanggal 11 Juni 2013.

Jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Dengan begitu Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Raden  Febrytrianto,  melalui Program Tabur
(Tangkap Buronan) Kejaksaan. Menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

“Karena tidak ada tempat yang aman bagi buronan,” tegas Raden  Febrytrianto melalui keterangan persnya. ***

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Dilaporkan Konsumen Lakukan Pemaksaan, 6 Depkolektor Diringkus Sat Reskrim Polres Sinjai

17 Mei 2024 - 12:55 WITA

PN Makassar Tegaskan Kemendagri dan KPK Sudah Bisa Eksekusi Eltinus Omaleng, Ali Fikri : KPK Sedang Persiapkan Administrasi Eksekusi

15 Mei 2024 - 15:04 WITA

Panitera Tingkat Pertama Pengadilan Negeri Makassar Kelas 1 Khusus Dr. Ahyar Parmika SH, MH.

Sat Resnarkoba Polres Sinjai Ringkus Pembeli dan Penjual Sabu

11 Mei 2024 - 23:34 WITA

Epy Kusnandar Pemeran Preman Pensiun Ditangkap Polisi Gegara Narkoba

10 Mei 2024 - 19:57 WITA

Pemeran utama Preman Pensiun Epy Kusnandar ditangkap polisi gegara narkoba. (Foto: Instagram: Epy Kusnandar)

Sudah 15 Saksi yang Diperiksa Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI Makassar

8 Mei 2024 - 22:14 WITA

Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejari Makassar, Andi Alamsyah.

Rawan Septic Tank Tak Sesuai Spesifikasi, Kejati Sulsel Diminta Awasi Proyek Sanitasi di Makassar

28 April 2024 - 19:21 WITA

Trending di Hukrim