Menu

Mode Gelap

Nasional · 13 Mei 2024 19:41 WITA

Harga Beras Naik, Jokowi: Patut Disyukuri Lebih Rendah dari Negara Lain


 Presiden Joko Widodo saat memberikan bantuan beras kepada warga di Kabupaten Muna, Sultra. (Foto: Istimewa) Perbesar

Presiden Joko Widodo saat memberikan bantuan beras kepada warga di Kabupaten Muna, Sultra. (Foto: Istimewa)

diswaysulsel.com, MUNA – Presiden Jokowi membagikan bantuan beras 10 kilogram kepada masyarakat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Senin 13 Mei 2024.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan kenaikan harga beras di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

“Harga pangan internasional itu semuanya naik dan kita ini termasuk (kenaikan) masih rendah, ada yang naik tinggi sekali,” ujar Jokowi, Senin (13/5/2024).

Jokowi mengungkapkan hal ini perlu disyukuri karena kenaikan beras di Indonesia masih bisa dikendalikan.

“Ini patut kita syukuri. bahwa kita naiknya tidak drastis, ada yang 50 persen, ada yang dua kalinya, jadi di Indonesia (kenaikan harga) beras bisa kita kendalikan,” ucap dia.

Jokowi mengatakan, Indonesia juga perlu mengimpor beras dari sejumlah negara agar bisa menekan harga.

“Kita harus impor, ada yang dari Vietnam, Thailand, ada yang dari mana Pak? Kamboja, Pakistan. Harus impor dari sana. Karena penduduk kita ini sekarang 280 juta orang, 280 juta orang, semuanya pengin. Nah itu tidak mudah,” ujar dia.

Disisi lain, mantan gubernur DKI Jakarta ini mengakumenjaga keseimbangan harga beras bukanlah perkara mudah. Sebab, masyarakat akan mengeluh apabila harga beras naik, sementara petani senang.

“Kita jaga harga beras itu enggak gampang. Kalau tinggi masyarakat pasti, ibu-ibu pasti (mengeluh), tapi petani seneng, karena harganya naik tinggi. Tapi kalau harga bisa saja kita tekan, impor banyak biar harga jadi murah, tapi petani ini rugi gitu,” tutur dia.

Sebaliknya, jika harga berusaha ditekan lewat besarnya volume impor beras maka bisa menyusahkan petani.

“Jadi terkadang pemerintah itu berada di posisi tidak mudah untuk menjaga keseimbangan agar masyarakat seneng, tetapi petani juga seneng. Kalau pas kita, saya ke pasar gitu, (bertanya) ‘Pak ini beras naik bagaimana Pak?’ Kalau ke kempung ke desa ketemu petani, ‘Pak terima kasih Pak harga beras, harga gabah sangat bagus Pak’,” papar Jokowi.

“Itu ya kita harus ingat itu tidak gampang pemerintah itu agar petani senang dan ibu-ibu juga senang. Maka oleh sebab itu (bansos) 10 kilogram kita berikan ke masyarakat,” kata mantan Walikota Solo itu. (Anisha-DiswayID)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Orang Tua Garda Depan Bentuk Anak Cerdas Literasi Digital

19 Juni 2024 - 22:09 WITA

Keadilan Biaya, Kunci Jaga Sustainabilitas Keuangan Haji

10 Juni 2024 - 22:08 WITA

Partai Buruh Ancam Demo Besar-Besaran Seluruh Indonesia, Minta Jokowi Cabut Tapera

6 Juni 2024 - 13:45 WITA

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengancam demo besar-besaran jika Presiden Joko Widodo tak mencabut peraturan Tapera, Kamis 6 Juni 2024. (Foto: Diswau.id-Cahyono)

Komitmen Indonesia Dorong Solusi Dua Negara untuk Kemerdekaan Palestina

3 Juni 2024 - 20:15 WITA

Kepala Otorita IKN Mengundurkan Diri, Diganti Basuki dan Raja Juli Antoni

3 Juni 2024 - 16:20 WITA

Kepala Otoritas Ibukota Negara (OIKN) Bambang Susantono. (Foto: OIKN)

KPK Ungkap Potensi Korupsi Anggaran Pendidikan 33 Persen, Dana BOS Terbesar

3 Juni 2024 - 14:48 WITA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap potensi korupsi anggaran Pendidikan Indonesia 33 persen. (Foto: Freepick)
Trending di Nasional