Menu

Mode Gelap

Politik · 10 Jun 2022 09:43 WITA

Mileanies Sebut, Lawan Politik Anies Baswedan Mulai Panik Jelang Pilpres


 Mileanies Sebut, Lawan Politik Anies Baswedan Mulai Panik Jelang Pilpres Perbesar

DISWAY – Relawan menyebut lawan politik Anies Baswedan mulai panik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mengingat popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta ini terus melejit sebagai calon kuat di Pilpres nanti.

Apalagi Anies Baswedan baru saja berhasil menyelenggarakan event internasional di Jakarta.
Event Jakarta E-Prix 2022 sukses dilaksanakan meskipun dihiasi berbagai hambatan, rintangan, tantangan, cibiran hingga hinaan.

Bahkan pergelaran Jakarta E-Prix 2022 tanpa sponsor BUMN, mendapat sanjungan dan pujian dari banyak pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Bagi lawan politik apalagi bagi para pembenci Anies, ini tentu saja bukan hal baik. Dan benar saja, belum seminggu perhelatan Jakarta E-Prix, upaya menjatuhkan Anies sudah tergelar didepan mata, ” kata Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies Pusat melalui keterangannya, Jumat, 10 Juni 2022.

Di mana baru baru ini, penggiringan opini yang disinyalir upaya memojokkan Anies Baswedan sebagai sosok radikal, intoleran dan dekat dengan kelompok terorisme mulai berlangsung.

Itu melalui acara deklarasi kelompok bernama ‘Majelis Sang Presiden Kami’ di salah satu hotel di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, (8/6). Dalam deklarasi itu mereka mendukung Anies Baswedan untuk maju sebagai Capres, serta mengibarkan bendera ‘HTI’.

Ramli Rahim menduga deklarasi tersebut kemungkinan besar ditunggangi lawan politik Anies Baswedan. Sebab kata dia, selama empat tahun Anies memimpin DKI Jakarta tidak ditemukan satupun kebijakannya yang mengarah pada hal-hal yang radikal dan intoleran.

Bahkan, diungkapkan Ramli Rahim, selama menjadi orang nomor satu di Ibukota, pujian kepada Anies Baswedan bukan hanya datang dari pemuka Islam tapi juga dari pemuka agama lain yang merasakan keadilan.

” Settingan Deklarasi Dukungan Anies di Hotel Bidakara dibuat untuk menjatuhkan Anies. Memang, Anies sama sekali tak menunjukkan gejala-gejala radikal, intoleran dan sama sekali tak mendukung segala upaya terorisme. Tetapi dukungan itu selanjutnya akan dicap sebagai representasi Anies Baswedan, ” ucap Ramli.

Menurut Ramli, dengan gerakan seperti itu, secara tidak langsung berupaya untuk meredam melambungnya kesuksesan Anies Baswedan dalam pergelaran Jakarta E-Prix. Sekaligus menggiring Anies menjadi representasi kelompok radikal, kelompok intoleran dan para pelaku terorisme.

“Mereka berharap, sukses Jakarta E-Prix tak berpengaruh pada popularitas dan elektabilitas Anies Baswedan dengan mengalihkan isu kepada pembahasan soal dukungan kelompok-kelompok radikal terhadap Anies Baswedan. Yah, sepandai-pandainya katak melompat suatu ketika akan jatuh juga dan memang, tak perlu menunggu waktu lama semua akhirnya terbongkar dengan sangat mudah, ” tandasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Gerindra Susul NasDem Pertimbangkan Nama Rudal di Pilwalkot

17 April 2024 - 22:50 WITA

Melalui Rakorda, Demokrat Sulsel Dorong  Ni’matullah Maju  di Pilgub

17 April 2024 - 19:12 WITA

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah Erbe.

Mantan Dekan Fakultas Teknik UNHAS Prof Arsyad Siap Bertarung di Pilkada Sinjai

17 April 2024 - 16:18 WITA

Pilkada-Sinjai 2024

Kantongi ‘Golden Ticket’ di Pilgub, NasDem Belum Pede Umumkan Calonnya

17 April 2024 - 11:16 WITA

Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif (SAR). Ist

RMS Gagas Program NasDem Mendengar

16 April 2024 - 16:33 WITA

Tatap Pilkada Jeneponto, Karlos Mulai Lobi Partai Politik

16 April 2024 - 14:03 WITA

Bakal calon Bupati Jeneponto, Syamsuddin Karlos.
Trending di Politik