Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Feb 2024 06:33 WITA

Tepis Isu Persediaan Beras Kurang, Badan Pangan Nasional Jamin Harga Gabah Segera Turun


 Badan Pangan Nasional-Menjamin stok beras aman. (Foto: Instagram-BPN) Perbesar

Badan Pangan Nasional-Menjamin stok beras aman. (Foto: Instagram-BPN)

diswaysulsel.com, JAKARTA – Harga beras premium terus naik di pasaran. Menanggapi situasi ini, Badan Pangan Nasional menjamin tidak ada kekurangan stok beras nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di Jakarta, Rabu 28 Februari untuk memastikan keamanan dan kondisi beras.

Didampingi Satuan Tugas Pangan Polda Metro Jaya (Satgas Pangan PMJ), Perum Bulog, dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Arief menepis isu stok beras nasional mengalami kekurangan.

“Hari ini Badan Pangan Nasional bersama teman-teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya, teman-teman PIBC, Perpadi, direksi Bulog, Semua ada di Pasar Induk Beras Cipinang,” katanya kepada wartawan.

“Kita mau cek sendiri bahwa kondisi stok beras itu aman. Jadi kalau hari ini ada berita yang mengatakan stok beras itu kurang, kita mau sampaikan sekali lagi stok beras cukup,” ujar Arief.

Arief juga mengatakan bahwa pasokan beras selalu dipastikan cukup sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo.

“Stok di PIBC adalah kombinasi termasuk dari Bulog untuk mengganjal sebelum panen Maret nanti,” ujarnya.

“Insya Allah panennya nanti akan 3,5 juta ton,” tuturnya.

Menurutnya, dengan itu harga gabah akan berangsur turun. Dari yang sebelumnya di angka Rp 8.600-8.700 per kilogram (kg) akan turun menjadi Rp 8.000 per kg, akan turun lagi.

“Kemungkinan besar akan sekitar Rp 6.500 per kg,” sambungnya.

Arief menyebutkan arahan Presiden Jokowi kepada pihaknya adalah terwujudnya keseimbangan dan harga yang baik dan wajar mulai dari hulu sampai hilir.

Untuk itu, ia berkomitmen saat panen padi mengalami eskalasi, baik harga di hulu dan hilir bisa terkoreksi kembali menemui keseimbangan yang baik dan wajar.

“Angka di hulu itu setelah HPP (Harga Pokok Produksi) dan harus ada margin. Sementara di hilir, perlu ada kombinasi dan ini harus diseimbangkan,” tuturnya.

“Saya ulangi sekali lagi ya, kalau nanti ada isu bahwa harga anjlok karena panen, tapi angkanya itu tetap harus di atas HPP plus margin yang dimiliki oleh petani. Ini yang harus terus dijaga,” jelas Arief.

Seperti diketahui saat ini masyarakat mengeluhkan harga beras yang masih tinggi. Per liternya bervariasi dari Rp15.000 per liter hingga Rp18.000 per liter tergantung jenis dan lokasinya.

Pemerintah sudah berusaha mengintervensi harga dengan menggelontorkan beras Bulog SPHP di pasaran, namun masih belum merata di sejumlah ritel menurut pantauan Disway selama beberapa hari terakhir. (Bianca Chairunisa)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

Baca Lainnya

Survei ARCHI:  Anies Tak Maju, Ridwan Kamil dan Ahmad Syahroni ‘Head to Head’ di Pilkada DKI

28 Maret 2024 - 13:07 WITA

Wujudkan Pemilu Berkualitas, Pemerintah Kawal Rekapitulasi Suara

13 Maret 2024 - 19:13 WITA

KTT ASEAN-Australia, Jokowi Inginkan Gencatan Senjata di Gaza

7 Maret 2024 - 06:01 WITA

Presiden Jokowi menyampaikan pidato di KTT ASEAN-Australia, dalam pidatonya, Jokowi menyuarakan penghentian genosida di Jalur Gaza. (Foto: Dok. Setpres)

Berantas Mafia Tanah, AHY Minta Dukungan Prabowo dan Jaksa Agung

6 Maret 2024 - 10:35 WITA

AHY minta dukungan Prabowo dan Jaksa Agung untuk memberantas mafia tanah. (Foto; Instagram-AHY)

DPR Desak KPK Periksa Bahlil Soal Izin Usaha Tambang

6 Maret 2024 - 06:20 WITA

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyoal izin usaha pertambangan. (Foto: Disway.id-Anisha)

Jelang Lebaran, Jokowi Pastikan Stok Beras Aman

5 Maret 2024 - 06:29 WITA

Harga beras di Kabupaten Bone mengalami kenaikan harga. (Disway-Subaer)
Trending di Nasional